Lompat ke konten
General

IPTV Adalah: Panduan Lengkap untuk Pemula

Ditulis oleh PrabuDiposting pada 11 menit baca

Kamu mungkin pernah dengar istilah IPTV dari paket internet rumah atau dari obrolan soal siaran bola. Tapi apa sebenarnya IPTV adalah? Apakah sama dengan nonton YouTube di TV? Apakah semua layanan IPTV legal?

Di artikel ini kamu akan mengenal pengertian IPTV, cara kerjanya, jenis layanannya, contoh yang ada di Indonesia, sampai aspek hukum dan risiko dari layanan yang tidak resmi. Penjelasannya sengaja dibuat sederhana supaya mudah dipahami pemula.

Apa itu IPTV?

Ilustrasi IPTV adalah layanan televisi lewat jaringan internet

IPTV adalah singkatan dari Internet Protocol Television, yaitu layanan televisi yang dikirim lewat jaringan berbasis Internet Protocol (IP), bukan lewat antena atau parabola. Kamu menontonnya di TV, komputer, atau ponsel, sama seperti siaran biasa, tapi datanya mengalir lewat jaringan.

Definisi IPTV menurut ITU

Salah satu rujukan paling awal datang dari kelompok kerja IPTV di International Telecommunication Union (ITU). Dalam dokumen FG IPTV-C-0173, IPTV diusulkan sebagai layanan multimedia seperti video, audio, dan data yang dikirim lewat jaringan berbasis IP. Jaringan itu dikelola supaya memenuhi tingkat kualitas layanan, keamanan, interaktivitas, dan keandalan yang dibutuhkan.

Dokumen tersebut disampaikan pada pertemuan kedua kelompok kerja di Busan pada Oktober 2006, jadi ini usulan definisi pada masa awal IPTV. ITU kemudian juga menerbitkan Rekomendasi ITU-T Y.1910 tentang arsitektur fungsional IPTV. Rekomendasi itu disetujui pada 12 September 2008 dan masih berlaku.

IPTV di Indonesia

Di Indonesia, Telkomsel menjelaskan IPTV sebagai layanan berupa teknologi televisi digital melalui jaringan transmisi IP. Layanan itu dijual bersama internet dan telepon rumah dalam paket IndiHome.

Dari sisi aturan, Kementerian Komunikasi dan Informatika pernah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 15 Tahun 2014. Peraturan itu mengubah aturan penyelenggaraan layanan IPTV sebelumnya, sehingga IPTV bisa diselenggarakan lewat media kabel, terestrial, dan satelit.

Beda IPTV dengan TV antena dan streaming biasa

TV antena menerima siaran lewat gelombang radio. IPTV menerima siaran lewat jaringan IP milik penyedia layanan. Karena jaringannya dikelola, kualitas gambarnya relatif lebih terjaga dibanding menonton lewat internet terbuka yang bergantung pada kondisi koneksi kamu.

Layanan streaming seperti video di situs atau aplikasi umumnya berjalan di atas internet biasa. Sedangkan IPTV dari penyedia internet rumah biasanya berjalan di jaringan milik penyedia itu sendiri. Detail teknis tiap penyedia bisa berbeda, jadi cek ke penyedia kamu kalau butuh kepastian.

Perbandingan berikut merangkum perbedaan umum ketiganya. Isinya gambaran umum, bukan aturan baku, karena tiap penyedia punya kebijakan sendiri.

AspekTV antenaIPTVStreaming di internet terbuka
Cara siaran sampaiGelombang radio lewat antenaJaringan IP milik penyediaInternet biasa
Butuh internetTidakYa, lewat jaringan penyediaYa
Perangkat tambahanAntena atau decoderSering memakai set-top boxBiasanya cukup aplikasi atau browser
Fitur interaktifTerbatasTergantung penyediaTergantung platform

Cara kerja IPTV

Secara garis besar, siaran televisi diubah menjadi data digital, dikirim lewat jaringan IP, lalu diterjemahkan kembali menjadi gambar dan suara di perangkat kamu. Prosesnya mirip dengan cara halaman web sampai ke browser, hanya saja isinya berupa video yang terus mengalir.

Dari penyedia sampai ke layar kamu

Penyedia layanan mengumpulkan siaran dari berbagai saluran, mengubahnya ke format digital, lalu mengirimkannya lewat jaringan miliknya. Di rumah, data itu masuk lewat kabel atau koneksi internet ke router, lalu diteruskan ke perangkat yang kamu pakai untuk menonton.

Peran set-top box dan aplikasi

Banyak layanan IPTV memakai set-top box, yaitu perangkat kecil yang menerima data dari jaringan dan mengubahnya menjadi tampilan di TV. Sebagian layanan juga menyediakan aplikasi untuk ponsel atau smart TV, jadi kamu tidak selalu butuh perangkat tambahan. Perangkat yang dibutuhkan ditentukan oleh penyedia layanan.

Kebutuhan koneksi internet

Video butuh aliran data yang stabil. Kalau koneksi sering putus atau lambat, gambar bisa patah-patah atau berhenti memuat. Kecepatan yang disarankan berbeda di tiap penyedia dan tiap kualitas gambar, jadi lihat ketentuan paket yang kamu ambil.

Kenapa kualitas tiap rumah bisa berbeda

Dua rumah dengan layanan yang sama bisa mendapat pengalaman menonton yang berbeda. Penyebabnya biasanya ada di bagian akhir jalur: panjang kabel, kondisi router, jumlah perangkat yang memakai jaringan, dan sinyal WiFi di dalam rumah. Jadi saat gambar bermasalah, periksa dulu kondisi di rumah sebelum menyimpulkan bahwa layanannya yang bermasalah.

Kalau kamu memakai WiFi untuk menonton, jarak dan dinding antara router dan perangkat ikut berpengaruh. Menempatkan perangkat lebih dekat ke router sering sudah cukup memperbaiki keadaan.

Jenis layanan IPTV

IPTV tidak hanya soal menonton siaran yang sedang tayang. Layanan yang umum ditemui bisa dikelompokkan menjadi tiga jenis berikut.

Siaran langsung

Ini yang paling dikenal: kamu menonton saluran TV pada saat siaran berlangsung, misalnya berita, olahraga, atau acara hiburan. Pengalamannya mirip TV biasa, hanya saluran dan menunya diatur lewat interface layanan.

Video on demand

Dengan video on demand (VOD), kamu memilih film atau acara dari katalog dan menontonnya kapan saja. Kamu tidak perlu menunggu jadwal tayang.

Tayangan ulang

Sebagian layanan menyediakan fitur untuk menonton ulang acara yang sudah tayang atau memutar acara dari awal. Ketersediaan fitur ini tergantung penyedia dan saluran, jadi tidak semua layanan memilikinya.

Kelebihan dan keterbatasan IPTV

Seperti teknologi lain, IPTV punya sisi yang menguntungkan dan sisi yang perlu kamu pertimbangkan sebelum berlangganan. Gambaran di bawah ini bersifat umum, jadi hasil di rumah kamu bisa berbeda tergantung penyedia dan kondisi jaringan.

Kelebihan IPTV

Kamu bisa menonton lewat koneksi yang sama dengan internet rumah, tanpa memasang antena atau parabola. Layanan juga bisa digabung dalam satu paket dengan internet dan telepon, seperti yang dijual penyedia internet rumah. Karena sifatnya digital, penyedia dapat menambahkan fitur seperti katalog video atau tayangan ulang.

Tagihan yang terpusat juga membuat pengelolaannya lebih sederhana. Kamu cukup berurusan dengan satu penyedia untuk internet dan TV.

Keterbatasan IPTV

IPTV bergantung pada jaringan. Kalau internet di rumah bermasalah, siaran TV ikut terganggu. Ketergantungan ini berbeda dari TV antena yang tetap bisa dipakai tanpa internet.

Pilihan saluran dan fitur juga ditentukan penyedia. Kamu tidak selalu bisa memilih saluran satu per satu, dan paket yang lebih lengkap biasanya berbiaya lebih tinggi.

IPTV cocok untuk siapa

Layanan ini cocok untuk rumah yang sudah memakai internet tetap dan ingin menggabungkan TV dalam satu paket. Kalau jaringan di tempat tinggalmu sering tidak stabil, sebaiknya pertimbangkan dulu perbaikan koneksi sebelum menambah layanan TV.

Contoh IPTV di Indonesia

Contoh yang paling mudah ditemukan adalah layanan TV dari penyedia internet rumah. Di bagian ini kamu juga akan melihat cara membedakan layanan resmi dari yang tidak jelas asal-usulnya.

IPTV dari paket internet rumah

Menurut syarat dan ketentuan IndiHome, paket 3P (internet, TV, dan telepon) serta paket 2P (internet dan TV) sudah termasuk paket TV Basic. Pilihannya bisa Pro, Entry, atau Intro, tergantung paket yang diambil. Jadi kalau kamu berlangganan paket seperti itu, kamu sebenarnya sudah memakai IPTV.

Cara mengecek layanan resmi

Layanan resmi biasanya punya situs perusahaan yang jelas, syarat dan ketentuan tertulis, serta kanal pelanggan untuk keluhan. Kalau ada penawaran saluran berbayar yang dijual sangat murah lewat aplikasi tanpa informasi perusahaan, sebaiknya kamu waspada.

Cara memilih layanan IPTV

Banyak pilihan berarti banyak hal yang perlu dibandingkan. Tiga pertimbangan berikut membantu kamu menyaring pilihan sebelum berlangganan.

Sesuaikan dengan kebutuhan tontonan

Tanyakan dulu apa yang paling sering kamu tonton: berita, olahraga, film, atau tayangan anak. Lihat daftar saluran dan katalog di paket yang kamu incar, lalu pilih yang paling sesuai. Paket yang lebih lengkap belum tentu lebih berguna kalau sebagian besar saluran tidak pernah kamu buka.

Cek perangkat dan kompatibilitas

Pastikan kamu tahu perangkat apa yang dibutuhkan. Ada layanan yang memakai set-top box dari penyedia, ada juga yang menyediakan aplikasi untuk ponsel atau smart TV. Baca ketentuan layanan untuk memastikan perangkat kamu didukung. Cek juga apakah TV kamu punya port yang dibutuhkan, misalnya HDMI, supaya set-top box bisa tersambung tanpa adaptor tambahan.

Bandingkan paket dan ketentuan

Bandingkan harga bulanan, masa kontrak, dan biaya tambahan. Catat juga apa yang terjadi kalau kamu berhenti berlangganan, misalnya apakah perangkat harus dikembalikan. Informasi ini biasanya ada di syarat dan ketentuan penyedia, jadi luangkan waktu untuk membacanya sebelum menyetujui.

Aspek hukum IPTV di Indonesia

IPTV sendiri adalah teknologi, dan penggunaannya sah selama layanan yang kamu pakai berizin dan menyiarkan konten dengan izin pemegang hak. Masalah muncul ketika siaran berbayar dibagikan tanpa izin.

Aturan penyelenggaraan

Peraturan Menteri Nomor 15 Tahun 2014 yang sudah disebut di atas mengatur penyelenggaraan layanan IPTV, termasuk media yang boleh dipakai. Detail perizinan terbaru sebaiknya kamu cek langsung ke Komdigi, karena aturan bisa berubah dan artikel ini tidak mengulas isi pasal per pasal.

Risiko pelanggaran hak cipta

Menyiarkan tayangan berhak cipta tanpa izin bisa berujung pidana. Contohnya, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual pernah menindak kafe dan bar yang menayangkan siaran Liga Inggris tanpa izin. Menurut pemberitaan CNN Indonesia, pelaku bisa dikenai Pasal 118 ayat (1) juncto Pasal 25 ayat (2) UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dengan ancaman pidana hingga empat tahun penjara dan denda hingga Rp1 miliar. Kasus itu menyangkut kafe dan bar, bukan layanan IPTV, tapi prinsip hak cipta atas siaran yang sama berlaku untuk tayangan berbayar.

Risiko keamanan aplikasi tidak resmi

Aplikasi IPTV dari sumber tidak jelas sering dibagikan lewat file instalasi di luar toko aplikasi resmi. Aplikasi seperti itu bisa meminta izin yang tidak masuk akal atau menyelipkan iklan dan program berbahaya. Risikonya mirip dengan yang dibahas di artikel tentang YouTube biru tanpa iklan. Kalau kamu pernah menerima tautan aneh yang menawarkan TV gratis, pelajari juga cara mengenali spam dan pesan penipuan.

Tips memakai IPTV dengan nyaman

Pengalaman menonton ditentukan oleh jaringan di rumah kamu. Beberapa kebiasaan sederhana bisa membantu.

Periksa koneksi dan router

Letakkan router di tempat terbuka dan tidak terlalu jauh dari perangkat. Kalau memungkinkan, sambungkan set-top box atau smart TV dengan kabel LAN karena biasanya lebih stabil daripada WiFi. Perangkat yang berkali-kali disambungkan ke jaringan yang sama juga bisa memperlambat koneksi.

Amankan jaringan WiFi

Jaringan yang dipakai banyak perangkat sebaiknya dilindungi password yang kuat. Kalau belum pernah menggantinya, ikuti panduan cara ganti password WiFi supaya orang lain tidak menumpang dan menghabiskan bandwidth.

Pilih layanan yang jelas

Pilih penyedia dengan informasi perusahaan, ketentuan layanan, dan kanal bantuan yang bisa dihubungi. Kalau sebuah situs yang kamu kunjungi terblokir, jangan langsung mencari jalan pintas. Baca dulu penjelasan tentang Internet Positif supaya kamu paham alasannya.

Rawat perangkat secara rutin

Set-top box dan router yang menyala terus-menerus bisa terasa lambat setelah lama dipakai. Menyalakan ulang perangkat sesekali sering membantu memulihkan kinerjanya. Kalau kamu ingin tahu bedanya, baca penjelasan tentang restart. Pastikan juga ventilasi perangkat tidak tertutup supaya tidak terlalu panas.

Kebiasaan kecil seperti merapikan kabel dan memeriksa sambungan juga berguna. Kabel yang longgar adalah penyebab sederhana yang sering terlewat saat siaran tiba-tiba putus.

Kesalahan umum soal IPTV

Beberapa anggapan berikut sering membuat pemula salah langkah.

Akses gratis ke saluran berbayar patut dicurigai. Sebagian besar saluran berbayar memakai hak siar yang dibeli penyedia, jadi pembagian gratis tanpa izin berisiko melanggar hak cipta.

Menyalahkan layanan padahal masalahnya di jaringan

Gambar patah-patah tidak selalu berarti layanan buruk. Router yang terlalu jauh, banyak perangkat yang aktif bersamaan, atau kabel yang longgar bisa jadi penyebabnya. Cek hal-hal itu sebelum menghubungi penyedia.

Memasang aplikasi tanpa memeriksa asalnya

Pasang aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi atau dari penyedia layanan yang kamu kenal. Kalau aplikasi meminta akses yang tidak berkaitan dengan menonton TV, lebih baik jangan dipasang.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berikut jawaban singkat untuk pertanyaan yang sering muncul dari pemula. Jawabannya bersifat umum, jadi untuk detail layanan tertentu tanyakan langsung ke penyedianya.

Apakah IPTV sama dengan streaming?

Tidak sepenuhnya. Keduanya mengirim video lewat jaringan IP, tapi IPTV dari penyedia biasanya berjalan di jaringan yang dikelola penyedia itu, sedangkan streaming umumnya lewat internet terbuka.

Apakah IPTV butuh internet?

Ya, IPTV bergantung pada jaringan IP. Pada paket internet rumah, siaran TV dan internet sering datang dari penyedia yang sama.

Apakah IPTV selalu butuh set-top box?

Tidak selalu. Banyak layanan memakai set-top box, dan sebagian menyediakan aplikasi untuk perangkat lain. Hal ini ditentukan oleh penyedia layanan yang kamu pilih.

Apakah IPTV selalu berbayar?

Layanan resmi dari penyedia umumnya berbayar karena mencakup biaya hak siar dan jaringan. Tawaran saluran berbayar yang diberikan gratis tanpa penjelasan yang jelas layak dicurigai.

Kesimpulan

IPTV adalah layanan televisi yang dikirim lewat jaringan berbasis Internet Protocol. Kamu bisa menikmati siaran langsung, video on demand, dan tayangan ulang selama penyedianya menyediakan fitur itu. Di Indonesia, contoh yang paling umum adalah layanan TV dari paket internet rumah seperti IndiHome.

Hal yang perlu kamu ingat adalah soal legalitas dan keamanan. Pakai layanan yang resmi, jaga jaringan WiFi, dan hindari aplikasi dari sumber yang tidak jelas. Kalau kamu ingin memahami perangkat di balik semua ini, mulai dari pengertian hardware dan fungsinya, itu langkah berikutnya yang praktis.

Foto Prabu
Prabu

DevOps Engineer. Menulis tentang Kubernetes, cloud, platform dan automation. Tentang Prabu